Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

Al Qur’an berbicara tentang perempuan

Ayat yang pertama kali memunculkan kata “nisa” (perempuan) dalam urutan surat-surat al qur’an adalah terletak pada surat al baqoroh ayat 226 :   لِلَّذِينَ يُؤْلُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ تَرَبُّصُ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍ ۖ فَإِنْ فَاءُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ Bagi orang yang meng-īlā' isterinya harus menunggu empat bulan. Kemudian jika mereka kembali (kepada isterinya), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Meng-īlā' istri, maksudnya bersumpah tidak akan mencampuri istri. Dengan sumpah ini seorang istri menderita, karena tidak dicampuri dan tidak pula diceraikan. Dengan turunnya ayat ini, maka suami setelah empat bulan harus memilih antara kembali mencampuri istrinya lagi dengan membayar kafarat sumpah, atau menceraikan. Mengapa permasalahan ilaa’ ini menjadi masalah yang pertama kali dimunculkan dalam urutan pembahasan yang berhubungan dengan perempuan ? Jawaban simpel (sederhana) nya adalah karena permasalahan ini adalah permasalahan mendasar yang dapat saja ...

Manfaat Silaturrahim

Silaturrahim atau silaturahmi adalah dua kata yang berasal dari akar kata bahasa Arab yang sama yaitu silatun dan rahimun, yang memiliki arti menyambung dan berkaitan dengan rahim (keluarga seibu) atau yang memiliki hubungan kekerabatan.  Dalam ejaan bahasa Indonesia, ternyata silaturrahim biasa digunakan untuk istilah yang lebih spesifik yaitu menyambung hubungan kekerabatan. Sedangkan silaturahmi digunakan untuk istilah yang lebih umum yaitu menyambung hubungan baik dengan orang lain yang memiliki keterikatan dengan kita, seperti teman, tetangga dan keluarga jauh. Imam Bukhari dalam shahih beliau menyampaikan sebuah hadits dari nabi saw. yang berbunyi : لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِيء وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا  “Bukanlah bersilaturahmi orang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturahmi adalah yang menyambung apa yang putus.” Manfaat Silaturahmi Menurut Islam   1. Mendekatkan Diri kepada Allah sebagaimana disebutkan ...

Berbekallah dengan taqwa

Dan berbekallah karena sebaik-baik bekal adalah taqwa. Maka bertaqwalah kepadaKu (Allah) hai orang-orang yang memiliki hati nurani (al baqoroh 197).  تبارك الذي بيده الملك وهو على كل شيئ قدير . الذي هلق الموت والحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا . وهو العزيز الغفور (الملك ١-٢) كفى بالموت واعد ... وكم أناس  في الباقية إلا ينتظرون بأجلهم ... فما الذي تزود إلا بالأعمال الصالحة ( أبو مهدي إبن إبراهيم ) Limpahan keberkahan ada dalam genggaman kekuasaanNya dan Dia (Allah) maha menentukan segalanya. Dia lah Allah yang telah menciptakan kematian dan hidup agar menguji kalian, siapa yang terbaik amalnya. Dan Dia (Allah) maha mulia lagi maha pengampun. Cukuplah kematian menjadi pengingat bagimu... berapa banyak manusia yang masih hidup kecuali mereka hanya menunggu datangnya ajal mereka... Lalu apa yang telah kau persiapkan untuk bekalmu selain amal sholihmu ( abu mahdi ibn ibrohim )

Berita Sekolah (SD) Al Irsyad Surabaya

Gambar
Kegiatan pembelajaran komputer (TIK) SD kelas 6 di laboratorium Komputer Yayasan Perguruan Al Irsyad Surabaya (YPAS) semester 1 tahun 2022-2023

Khusyu' dan sadar ucapan

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surat an nisa' ayat 43 : يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقْرَبُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنتُمْ سُكَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا۟ مَا تَقُولُونَ Artinya : hai orang beriman, janganlah kamu mendekati sholat sedangkan kamu dalam keadaan mabuk hingga kamu mengetahui apa yang kamu ucapkan... Ayat ini memberikan gambaran agar tidak mendekati sholat. Mengapa digunakan frasa memdekati ( taqrobu ) ? Bisa saja kan cukup dengan kalimat "janganlah sholat" ( laa tushollii ). Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa secara bahasa (makna lughowi ) maksud ayat ini adalah jangan masuk masjid. Karena orang yang mabuk cenderung tidak sadar apa yang dilakukan. Bisa saja dia kencing.di celana sehingga masjidnya menjadi najis. Bisa pula dia muntah-muntah sehingga masjid nya pun menjadi kotor. Yang kedua adalah kalimat "hingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan" mengandung arti bahwa sholat itu harus tahu apa yang dibaca. Berarti harus tahu m...

I'tiqod Perantara (Zulfa, Wasilah)

Allah membongkar kebohongan i'tiqod (keyakinan) zulfa, wasilah dan perantara dalam ibadah Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surat az zumar ayat 2-3 yang artinya : "sesungguhnya Kami menurunkan al kitab kepadamu (muhammad) dengan haq (penuh kebenaran) maka sembahlah Allah dalam agama ini dengan ikhlas (2) bukankah milik Allah agama yang ikhlas ini ? Dan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai wali (yang dimintai perlindungan, pertolongan) dengan berargumen bahwa kami tidak menyembah mereka melainkan hanya sebagai perantara yang mendekatkan kami kepada Allah. Sesungguhnya Allah akan menghukumi (memutuskan) diantara mereka (tentang benar tidaknya keyakinan mereka itu) atas apa yang mereka perselisihkan tentang hal itu. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk siapa yang berdusta dan ingkar" (3) Dua ayat diatas mengandung pesan bahwa ada kelompok manusia yang menyembah Allah tidak dengan keikhlasan yang penuh.  Apa ciri-ciri orang-orang yang disebut tida...

Kisah awal mula pertentangan antar manusia

Pertama, Kisah dua anak nabi adam ketika mereka diperintahkan oleh Allah untuk untuk berkurban. Satu anaknya (habil) sebagai seorang petani berkurban dengan mempersembahkan hasil pertanian yang terbaik. Sedangkan saudaranya (qobil) sebagai seorang peternak justru berkurban dengan domba (kambing) yang kurus-kurus.  Peristiwa kurban ini adalah awal mula ditetapkannya syariat Allah qurban bagi manusia. Sebagian ulama tafsir seperti ibn jarir ath thobari berpendapat bahwa kisaran jumlah qurban habil adalah sebagai patokan hukum zakat pertanian. Sedangkan ralat atas kesalahan qobil adalah yang kelak menjadi cikal bakal patokan hukum zakat ternak.  Allah tidak membutuhkan qurban atau zakat manusia, tetapi yang Allah nilai adalah ketaatan (ketundukan) manusia atas semua perintahNya. Kedua, kisah perkawinan anak-anak nabi adam. Menurut Imam Abu Ja'far bin Jarir dalam kitab At-Tarikh, Hawa melahirkan 40 anak dalam 20 kali kehamilan. Pendapat ini juga disampaikan oleh Ibnu Ishaq dan Taf...