Khusyu' dan sadar ucapan

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surat an nisa' ayat 43 :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقْرَبُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنتُمْ سُكَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا۟ مَا تَقُولُونَ

Artinya : hai orang beriman, janganlah kamu mendekati sholat sedangkan kamu dalam keadaan mabuk hingga kamu mengetahui apa yang kamu ucapkan...

Ayat ini memberikan gambaran agar tidak mendekati sholat. Mengapa digunakan frasa memdekati (taqrobu) ? Bisa saja kan cukup dengan kalimat "janganlah sholat" (laa tushollii).

Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa secara bahasa (makna lughowi) maksud ayat ini adalah jangan masuk masjid. Karena orang yang mabuk cenderung tidak sadar apa yang dilakukan. Bisa saja dia kencing.di celana sehingga masjidnya menjadi najis. Bisa pula dia muntah-muntah sehingga masjid nya pun menjadi kotor.

Yang kedua adalah kalimat "hingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan" mengandung arti bahwa sholat itu harus tahu apa yang dibaca. Berarti harus tahu makna bacaannya sehingga menjadi lebih fokus (khusyu').

Ada satu riwayat yang shahih sanadnya, bahwa Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah mengatakan:

يكتب للرجل من صلاته ما عقل منها

“Pahala shalat seseorang ditulis berdasarkan apa yang ia pahami dari shalatnya (berdasarkan kehadiran hati)” (Al-Qaulul Mubiin, Syaikh Masyhuur Salaman, hal. 454).

Jadi, yang mempengaruhi bobot shalat seseorang, selain ikhlas dan tata cara shalatnya yang sesuai dengan sunnah, juga apakah hatinya hadir dalam shalatnya, menghayati ucapan dan perbuatan shalat yang ia lakukan.

Khusyu’ adalah ruh shalat! Ketahuilah, bahwa Allah Ta’ala memuji orang-orang yang khusyu’ dalam shalat mereka,

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ

(1) ”Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,”

الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

(2) “(yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya” (Al-Mu`minuun: 1-2).

Dan khusyu’ dalam shalat meliputi khusyu’ lahir dan batin (hati). Dari penjelasan di atas, kita bisa tarik sebuah kesimpulan bahwa betapa pentingnya kehadiran hati yang menghayati ucapan dan gerakan shalat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Utsman bin Affan r.a. dan para istrinya

Kontroversi hadits puasa dan sedekah

Pembahasan tentang Nur Muhammad