4 istri nabi ibrahim
Ibnu Katsir dalam bukunya berjudul "Qishashul Anbiya" menyebutkan bahwa Istri Nabi Ibrahim yang terkenal hanya dua, sementara masih ada dua lainnya yang kurang terkenal yaitu Qanthura binti Yaqthan dan Hajun binti Amin.
Dari Qanthura binti Yaqthan lahir 6 orang anak, yakni Madyan, Zamran, Saraj, Yaqsyan, Nasyaq, dan yang keenam belum sempat diberi nama.
Dari Hajun binti Amin lahir 5 orang anak, yakni Kisan, Sauraj, Amim, Luthan, dan Nafis.
Abu Qasim As-Suhaili dalam bukunya berjudul "At-Tar'if wal A'lam" juga menjelaskan anak pertama Ibrahim adalah Isma'il dari Hajar Al-Qibthiyyah Al-Mishriyyah, setelah itu Ishaq dari Sarah, saudara sepupu Ibrahim sendiri.
Setelah Sarah meninggal, Ibrahim menikah dengan Qanthur binti Yaqhthin Al-Kan'aniyyah.
Qanthur melahirkan enam anak dari Ibrahim: Zamran, Saraj, Yaqsyan, Nasyaq, dan nama anak yang keenam tidak disebutkan.
Setelah Qanthura meninggal, Ibrahim menikah dengan Hajun bint Amin. Hajun kemudian melahirkan lima anak untuk Ibrahim: Kaisan, Sauraj, Amim, Luthan, dan Nafis.
Makanya syariat islam yang mengizinkan laki-laki boleh menikah sampai dengan 4 (empat) orang wanita adalah berasal dari perbuatan nabi ibrahim ini.
Namun kalau mau mengikuti nabi ibrahim juga, maka nabi ibrahim hanya menikah dengan sarah sebagai wanita merdeka. Sedangkan hajar adalah mantan budaknya. Dan beliau hanya menikah lagi setelah istrinya meninggal dunia.
Hal ini juga diteladani oleh rasulullah saw. Beliau ketika menikah dengan khadijah tidak menikahi wanita lain sampai khadijah wafat.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan sampaikan komentar anda terhadap postingan (tulisan) ini. Terima kasih