Ghibah, Fitnah & Amar ma'ruf nahi mungkar

Yang perlu dijelaskan adalah bahwa ghibah itu membicarakan kejelekan orang lain (terutama saudaranya sesama muslim) dan apa yang dibicarakan adalah benar. karena jika isi pembicaraan nya salah maka bukan ghibah lagi namanya tapi sudah fitnah. 

Dan jika mengingatkan orang lain terhadap kesalahan atau dosa seseorang maka hal ini BUKAN termasuk ghibah tetapi justru mendapatkan pahala karena sudah melaksanakan AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR. 

Contoh seseorang yang pernah ditipu oleh si A, maka ketika ia menceritakan agar orang berhati-hati terhadap si A (terutama dalam hal keuangan, misalnya hutang piutang) bukanlah termasuk ghibah. justru agar menyelamatkan orang lain dari penipuan atau kejelekan si A. 

Membicarakan keburukan pemimpin juga bukan ghibah tapi dalam kerangka amar ma'ruf nahi mungkar. Setidaknya kita menyatakan ketidak-sependapat nya kita terhadap kebatilan yang telah dilakukan oleh pemimpin itu. 

Dan hal ini sudah termasuk amar ma'ruf nahi mungkar dengan lisan. Dan jika kita simpan sendiri (cuma dibatin) maka termasuk selemah-lemah iman. Jadi, mendiamkan keburukan pemimpin untuk dibatin sendiri (sekalipun kita tidak setuju terhadap kebatilan itu) adalah selemah-lemah iman



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Utsman bin Affan r.a. dan para istrinya

Kontroversi hadits puasa dan sedekah

Pembahasan tentang Nur Muhammad