Ujian hidup bagi orang beriman

Mutiara yang indah akan terbentuk ketika pasir yang sangat menyakitkan masuk dalam tubuh kerang. Tembikar menjadi kokoh dan keras saat dipanaskan. Wangi gaharu akan semerbak ketika dibakar. Begitulah cobaan bagi kaum yang beriman. 

Bagi kepongahan Persia, Allah siapkan Saad bin Abi Waqqosh. Dihadapan megahnya Romawi, Allah munculkan Abu Ubaidah Ibnul Jarroh. Untuk keagungan Mesir, Allah munculkan Amru bin Ash. Rustum yang perkasa, Allah sandingkan dengan ketangkasan Ri'b ibn Amir. Bagi ksatria tangguh romawi, Alah hunuskan pedang Kholid Ibnul Walid. Semua sudah diatur Allah. Setiap tipu daya yang disiapkan musuh islam, Allah pasti punya tipu daya yang lebih dahsyat.

Keras dan angkuhnya Fir'aun, Allah utus Musa dan Harun untuk mengingatkan. Bagi kesombongan Namrudz, Allah utus nabi Ibrahim. Bagi uskup Sophronius yang bijak, Allah kirimkan Umar bin Khottob agar dia taat. Bagi Konstantinopel, benteng terkuat, Allah tentukan Muhammad Alfatih untuk menjebolnya. 

Allah sudah mengatur bahwa kebenaran akan selalu jadi pemenangnya, melawan kedholiman dan keangkuhan serta angkara murka. Yang perlu kita lakukan hanyalah mencintai Allah dan ajaranNya lebih dari segalanya, hingga Allah mencintai kita. Bila sudah demikian, keadaan pasti akan membaik dan kebangkitan pasti menanti. Sebab itu adalah janji Allah, dan Allah tidak pernah ingkar janji. 

Bisa jadi Allah beri ujian kita bertubi-tubi, agama di monsterisasi, ulama di kriminalisasi, umat dicurigai, da'wah dianggap provokasi, kebaikan dianggap radikalisasi. Itulah bagian dari indahnya rencana Allah, agar kita diuji dan disaring, sampai Allah munculkan orang-orang yang dimuliakan untuk mengemban amanah mulia yaitu menjadikan kalimat Allah tegak diatas muka bumi. 

Berapa banyak contoh orang-orang sebelum kita yang sudah diuji, seperti ashabul kahfi, ashabul ukhdud, hingga sahabat rasulullah yang diuji kesabarannya 13 tahun menderita di Mekkah dalam da'wah bersama rasul. Sabar, iman dan amal sholih, serta selalu terikat aturan Allah, bersatu dalam aqidah dan istiqomah dalam kebenaran, dengan segala resikonya. Insya Allah kemenangan itu akan pantas kita raih. Yakinlah ! jadikan sebagai pedoman hidup.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Utsman bin Affan r.a. dan para istrinya

Kontroversi hadits puasa dan sedekah

Pembahasan tentang Nur Muhammad