By : Lutfi Ba'adillah (Abu Mahdi Ibn Ibrohim)
Ibn Ibrohim Baadilla
-
Utsman bin Affan dijuluki "Dzun Nurain" (ذو النورين) yang berarti "Pemilik Dua Cahaya". Julukan ini diberikan karena Utsman menikahi dua putri Rasulullah SAW, yaitu Ruqayyah dan Ummi Kulthum. Dengan menikahi dua putri Rasulullah SAW, Utsman dianggap memiliki dua cahaya, yaitu cahaya iman dan cahaya kekeluargaan dengan Rasulullah SAW. Julukan "Dzun Nurain" ini menjadi simbol kehormatan dan keistimewaan Utsman bin Affan sebagai salah satu sahabat Rasulullah SAW yang paling dekat dan terhormat. Utsman bin Affan memiliki beberapa istri selama hidupnya. Berikut beberapa di antaranya: 1. Ruqayyah binti Rasulullah SAW: Ruqayyah adalah putri Rasulullah SAW dan Khadijah. Utsman menikahinya setelah kematian suaminya yang pertama, Utbah bin Abu Lahab. Ruqayyah meninggal pada tahun 2 H. 2. Ummi Kulthum binti Rasulullah SAW: Setelah kematian Ruqayyah, Utsman menikahi Ummi Kulthum, adik Ruqayyah. Ummi Kulthum meninggal pada tahun 9 H. 3. Fatimah binti Al-Walid: Setelah ...
By : Lutfi Ba'adillah (Abu Mahdi Ibn Ibrohim)
Ibn Ibrohim Baadilla
-
Hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Hadis nomor 2286 diriwayatkan oleh Abu Hurairah: "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Wahai Rasulullah, apa yang pertama kali Allah ciptakan?' Beliau menjawab, Cahaya Nabimu, wahai Jabir. Riwayat tersebut menyatakan bahwa Nabi Adam masih berupa tanah liat ketika Nabi Muhammad SAW sudah menjadi cahaya di sisi Allah (Kitab al-Fada'il, Bab al-Nabi SAW sebagai Cahaya). Riwayat dari sahabat Nabi Ibnu Abbas, yang menjelaskan tentang penciptaan Nabi Muhammad SAW dari cahaya Allah (Musnad Ahmad bin Hanbal hadis nomor 2851, Musnad Abdullah bin Abbas). Tulisan-tulisan ulama tasawuf dan filsafat Islam, seperti Al-Ghazali dalam kitab Mishkat al-Anwar Halaman 52-55 dan Ibnu Arabi dalam kitab Fusus al-Hikam halaman 47-50, yang membahas tentang hakikat Nabi Muhammad SAW sebagai manifestasi cahaya Allah. Juga terdapat dalam kitab-kitab siroh seperti siroh Ibnu Hisyam Volume 1, halaman 5-10 membahas tentang kelahiran dan ke...
By : Lutfi Ba'adillah (Abu Mahdi Ibn Ibrohim)
Ibn Ibrohim Baadilla
-
Abdullah bin Umar berkata, Kemudian fitnah Sarra’ yang asapnya muncul dari bawah kedua kaki seorang laki-laki Ahlu-baitku (keturunan Nabi) ia mengaku berasal dari keturunanku padahal bukan (tidak diakui Nabi). Wali-waliku adalah orang yang bertaqwa. (HR. Abu Dawud, IV/4242) Siapapun yang mengaku keturunan Nabi saw tapi semua yang dilakukannya berlawanan dengan Nabi saw akan menjadi fitnah diakhir zaman. Itulah fitnah sarra’ yang keluar dari kedua kaki yang mengaku ahlu bait padahal bukan. Kemudian kaum muslimin terbelah menjadi dua : yang tetap beriman tanpa kemunafikan dan yang beriman tapi penuh kemunafikan. Dan tidak disebutkan siapa kedua golongan itu. Keturunan Nabi saw (ahlu bait) yang tidak mengikuti adab dakwah dan akhlaq nabi saw akan menjadi salah satu fitnah di akhir zaman. Kepergiannya menjadi fitnah, kedatangannya juga menjadi fitnah dikalangan muslimin. Bahkan juga menjadi fitnah dikalangan sesama ahlu bait sendiri. Fitnah datang silih berganti seperti kepingan malam. Bai...
Komentar
Posting Komentar
Silahkan sampaikan komentar anda terhadap postingan (tulisan) ini. Terima kasih